43 Ribu Peserta Jambore Dunia Korsel Dipindahkan ke Kota Iksan, Kontingen Sulsel; Kami Baik dan Nyaman

Ketfo: (Dari Kiri atas ke Kanan Bawah) Kontingen Kwarda Sulsel berpose usai pelepasan - Peserta berpose dalam kamar di Wonkwang University - kak Fadhlullah Marzuki - Buper Saemangeum - Kampus Wonkwang University. (Doc).

Bulukumbapos.com – Ancaman topan Khanun membuat kurang lebih 43 ribu peserta World Scout Jamboree (WSJ) di Bumi Perkemahan Sae Man-geum, Provinsi Jeolla Utara, Korea Selatan dievakuasi pada Selasa (8/8/2023) pagi waktu setempat, termasuk 1.548 orang dari Kontingen pramuka Indonesia. Yang 53 di antaranya utusan Kwarda Sulsel (Sulawesi selatan). Yang proses pemindahan peserta ditangani langsung pemerintah Korea Selatan selaku tuan rumah dengan mengerahkan seribu unit Bus.

“Kontingen WSJ dari Sulsel yang berasal dari beberapa daerah, yang juga merupakan bagian dari kontingen Indonesia, alhamdulillah, dalam keadaan baik dan sehat,” kata Unit Leader Kontingen Sulsel Fadhlullah Marzuki dalam keterangan pers pada Selasa (8/8/2023).

“Orang tua peserta tidak perlu khawatir terhadap kesehatan kontingen dari Sulsel. Kondisi panas ekstrem di lokasi perkemahan, bagi peserta Indonesia, tidak jadi masalah, karena panasnya tidak terlalu jauh dari kondisi panas di Indonesia, terlebih anak-anak sudah kita beri pelatihan dan pembekalan mandiri di Malino sebelum berangkat, Evakuasi peserta WSJ semata-mata hanya untuk mengantisipasi Topan Khanun yang diprediksi akan melanda kawasan perkemahan,”Ujar Kak Fadel yang juga Andalan Kwarda Sulsel yang juga Ketua MUI Kabupaten Sinjai.

Dalam rangka menghindari dampak prakiraan akan datangnya badai Khanun yang diperkirakan terjadi pada 9 sampai 10 Agustus, maka kontingen Indonesia, termasuk kontingen dari Sulsel dievakuasi ke tempat yang aman yaitu di Kota Iksan, kontingen Indonesia ditempatkan di Wonkwang University, yang memiliki 12 lantai dengan fasilitas yang lengkap, termasuk super market, lapangan dan sarana olahraga,” tuturnya.

Setelah evakuasi ini, peserta WSJ dari Indonesia tidak akan langsung pulang. Tapi akan terus mengikuti kegiatan Outdoor dan Indoor sebagaimana yang sudah dijadwalkan, sampai upacara penutupan pada 12 Agustus di Stadion Sangam Seoul tempat pelaksanaan Piala Dunia Sepakbola Korea Selatan, dan Insya Allah ada juga agenda berkeliling kota Seoul sebelum kembali ke tanah air,” jelasnya.

Dalam WSJ kali ini, kontingen Sulsel terdiri dari 53 peserta, satu CMT dari Kwarda Sulsel yang tergabung di Kwarnas, satu IST (International Service Team) sebagai Publik Relation yaitu A. Rusmiati Rustam dengan beberapa Unit Leader sebagai Bina Damping (Binda) kondisi kontingen dari Sulsel hingga saat ini terpantau sangat baik.

Zaky Banil Ikhwan, salah satu peserta dari Kwarda Sulsel yang dihubungi Bulukumbapos.com pada Selasa (8/8/2023) malam terkait kondisi di lokasi baru di kota Iksan, santri Penghafal Alquran di Pesantren Darul Istiqamah Lappae Sinjai ini mengaku senang; “Tempat di Kampus Wonkwang ini bagus, lengkap dan bersih, fasilitasnya juga lengkap, ditempat sebelumnya di Saemangeum juga seru dan penuh kenangan, sebagai anak Pramuka kita harus selalu siap pada kondisi apapun, mohon doanya untuk kami semua, semoga kami sehat selalu,”.

Mengutip dari JawaPos.com, sebelum proses evakuasi akibat ancaman badai tropis tersebut, 43 ribu peserta jambore dari 158 negara sempat dilanda cuaca panas ekstrem. Suhu di area perkemahan dilaporkan mencapai 38–40 derajat Celsius di siang hari.

Kondisi itu pun membuat banyak peserta yang kewalahan. Bahkan, ada ratusan peserta yang mengalami sakit akibat dehidrasi dan harus dirawat di rumah sakit. Namun secara umum 36 ribu peserta dari 156 negara masih tetap melanjutkan agenda Jambore Pramuka Dunia ini sesuai jadwal, termasuk setelah dipindahkan ke Kota Iksan Korea Selatan. (Ikhwan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *