Bulukumbapos – Perjalanan kepengurusan Majelis Dai Muda (MDM) di dua kabupaten, yakni Sinjai dan Bantaeng untuk periode 2022–2026 resmi berakhir pada awal Maret 2026.
Ketua MDM Pusat Bulukumba Dr. Ikhwan Bahar, M.Pd melalui Sekretaris Koordinator Bidang Organisasi dan Kaderisasi Abd. Halim Amsur,M.Pd, menyampaikan bahwa Dewan Pengurus Daerah (DPD) MDM Sinjai telah lebih dulu melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) I.
Dalam forum tersebut, Ustadz Munawwirul Alma Arif, S.Ag terpilih sebagai Ketua Umum MDM Sinjai untuk periode selanjutnya secara musyawarah mufakat yang dilaksanakan pada Rabu (18/3/2026).
“Untuk DPD MDM Sinjai sudah melaksanakan Musda I dan telah menetapkan Ustadz Munawwirul Alma Arif sebagai ketua umum yang baru,” ungkap Halim.
Sementara itu, DPD MDM Bantaeng dijadwalkan akan melaksanakan Musyawarah Daerah pada Jumat, 3 April 2026 mendatang sebagai bagian dari proses regenerasi kepemimpinan organisasi.
Di sisi lain, demisioner Ketua MDM Sinjai, Ustadz Kamaruddin, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas amanah yang telah dipercayakan kepadanya selama satu periode kepemimpinan.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan selama satu periode ini. Mohon maaf atas segala kekhilafan apabila selama memimpin terdapat hal-hal yang kurang berkenan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pada periode berikutnya dirinya tidak lagi mencalonkan diri sebagai ketua. Hal ini dikarenakan adanya amanah besar yang tengah diembannya, yakni merintis Pondok Pesantren Nurul Jibal di Kaloling, Kecamatan Sinjai Timur, yang membutuhkan perhatian dan dedikasi penuh.
“Untuk periode selanjutnya, saya tidak mencalonkan diri karena saat ini sedang fokus pada amanah perintisan Pondok Pesantren Nurul Jibal yang membutuhkan energi dan waktu maksimal,” jelasnya.
Ia berharap, ke depan MDM Sinjai dapat terus berkembang dan semakin produktif di bawah kepemimpinan baru.
“Demi keberlanjutan dan kemajuan organisasi, kita beri kesempatan kepada kader lain untuk menakhodai MDM Sinjai agar lebih baik ke depannya,” tutupnya. (HALIM)












