Bendera Tauhid di bakar, ini Empat Permintaan Dai Muda Bulukumba

oleh -

BulukumbaPos – Nasional – Aksi tak patut mewarnai peringatan Hari Santri Nasional di Garut Jawa Barat kemarin (22/10/18) dengan pembakaran bendera bertuliskan kalimat Tauihid oleh sekelompok orang dari Banser Garut.

Pembakaran bendera itu sendiri, sesuai keterangan GP Ansor, mengacu kepada bendera ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang sudah dibubarkan.

Hal ini menuai kecaman keras dari berbagai elemen ummat Islam di Jawa Barat bahkan di seluruh Indonesia, terpantau dengan maraknya status dan tulisan di media sosial yang bernada kecaman terhadap aksi ini, tak terkecuali para Dai Muda Kab. Bulukumba yang tergabung dalam Majelis Dai Muda (MDM) Kab. Bulukumba Sul-sel.

“Ini tindakan yaang tidak beradab, kami sangat mengecam dan mengutuk tindakan mereka, mereka ngaku Islam tapi membakar simbol agamanya sendiri?” Tutur Ikhwan Bahar Ketua Dai Muda Bulukumba dalam keterangannya, Selasa (23/10).

Ikhwan juga meminta tiga hal:
1. Aparat harus menindak pelaku sesuai hukum, karna ini bentuk penodaan simbol agama
2. Pimpinan dari ormas ini harus mengambil tindakan atas ulah oknum anggotanya itu.
3. Para pelaku juga harus meminta maaf kepada umat islam akibat insiden tersebut.
4. Pemerintah sebaiknya mengevaluasi tindakan ormas seperti ini yang membuat keresahan di tengah masyarakat.

Dalam keterangan lain, Ust. A. Armayadi Al-Ghifari Wakil Ketua MDM menegaskan: Jika itu untuk agama dan kebenaran, maka kami siap berjihad untuk mempertahankannya.

Arman Maulana Pengurus Majelis Dai Bulukumba menambahkan :”Kalimat tauhid adalah kalimat suci yang harus kita muliakan dan kita bela kesuciannya,membakarnya berarti membakar dada ummat Islam.

Sebelumnya, Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut dalam beberapa wawancara media mengomentari insiden pembakaran bendera tersebut. Ia menyebut bendera itu dibakar karena bendera HTI.