,

Dialog Kebangsaan dan Kepemiluan, Dandim 1411/Bulukumba Tegaskan Posisi TNI

oleh -Dibaca sebanyak 15 kali

BulukumbaPos – Ada hal yang beda dari biasanya pada Kajian Rutin Dai Muda yang di adakan di Taman Kota Bulukumba secara rutin tiap hari Jumat, jika biasanya di isi dengan mengaji/tadarrus bersama oleh Ust Ikhwan Bahar dan di lanjutkan dengan pembahasan tajwid oleh Ust. Maulana Khadafi, namun pada Jumat (22/3/2019) kali ini tidak hanya mengaji tapi di isi dengan Dialog Kebangsaan, di liput oleh media TV (Metro TV dan TVRI) serta media cetak dan online, juga di siarkan secara langsung oleh Radio Swara Panrita Lopi (SPL) 95.00 mhz Bulukumba.

Dialog yang mengangkat tema “Menangkal Bahaya Hoax Guna Menjaga Stabilitas Negara Jelang Pemilu 2019” menghadirkan empat pemateri sekaligus yang memang berkompeten di bidangnya masing-masing, yaitu: Kapolres Bulukumba AKBP Syamsu Ridwan, Komandan Kodim 1411 Bulukumba Letkol Arm Joko Trianto, Ketua KPUD Bulukumba Kaharuddin dan Komisioner Bawaslu Bulukumba Abd Rahman.

9Usai mengaji bersama peserta kajian rutin, di lanjutkan dengan materi tentang kepemiluan dan kebangsaan oleh masing-masing pemateri di pandu MC A. Ainun Annisa salah satu pengurus Majelis Dai Muda yang masih berstatus pelajar di SMAN 1 Bulukumba.

Tampil di awal, Abd. Rahman dari Bawaslu Bulukumba yang banyak menguraikan tentang jenjang pengawasan pemilu dan sanksi hukum yang menanti para pelanggar pesta demokrasi, serta menghimbau peserta pemilu untuk tidak menggunakan sarana ibadah sebagai ajang kampanye, “yang memberi dan menerima pemberian money politik, keduanya bisa di jerat sanksi hukum” Tegas Abd Rahman.

Sesi berikutnya, penyampaian dari Dandim 1411 Bulukumba, secara tegas beliau mengatakan: TNI dalam pemilu itu netral dan itu sudah harga mati, namun netral itu bukannya tidak berbuat apa-apa, kita juga tetap andil dalam menjaga ketertiban dan keamanan selama proses pemilu agar masyarakat dapat menyalurkan hak pilihnya dengan tenang dan aman”

Selanjutnya giliran Ketua KPUD Bulukumba, yang mengulas tentang prinsip-prinsip para penyelenggara pemilu yang harus berintegritas dan profesional, beliau juga menekankan tentang bahaya berita hoax tentang pemilu dan penyelenggara pemilu sebagaimana yang banyak beredar tentang surat suara yang sudah tercoblos, “Jangan termakan berita hoax, insya Allah kami bekerja profesional, proses sortir surat suara untuk DPR Pusat, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten sudah selesai, sisa kita tunggu dua lagi yaitu surat suara untuk Presiden dan DPD”

Di sesi terakhir, giliran Kapolres Bulukumba yang berbicara, beliau banyak mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menshare berita dan informasi di media sosial: “Saya ingatkan para pelajar, mahasiswa dan masyarakat untuk bijak bermedia sosial jangan sampai berimplikasi hukum, saat ini buka cuma mulutmu harimaumu tapi ujung jarimu harimaumu” Ungkap Mantan Kapolres Selayar ini.

Dalam penyampaiannya usai acara, Ketua Majelis Dai Muda Bulukumba Ikhwan Bahar menyampaikan ungkapan terima kasih pada para pemateri dan peserta: “Acara ini di support penuh Bapak Kapolres Bulukumba dan rekan-rekan Jurnalis, dan ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap proses pemilu yang lebih baik”

Nampak hadir dalam kajian dan dialog kebangsaan ini, Kapolsek Ujung Bulu AKP. H. Safaruddin bersama jajarannya, Kepala Cabang Toyota Bulukumba Salahuddin, Lurah Tanah Kongkong Ikhwan Noor bersama Majelis Ta’limnya, Sekertaris Umum Majelis Dai Muda Bulukumba A. Muh. Asbar, Mahasiswa dari STAI Al-Ghazali Bulukumba, Mahasiswa Stikes Panrita Husada Bulukumba, Pelajar dari SMAN 1 Bulukumba, Pelajar dari SMKN 1 Bulukumba serta ibu-ibu Majelis Ta’lim dari Masjid H. Arifuddin Nur Kota Bulukumba yang memang rutin mengikuti acara Kajian Rutin Dai Muda ini.(**ikhwan)