Pemuda dan Jiwa Juang di Belantara Peradaban

oleh -Dibaca sebanyak 172 kali
Penulis : SUMARNI (Mahasiswi asal Kab. Bulukumba Sul-sel pada Program Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga Jokjakarta IG@marny_syarifah999)

Jokjakarta – BulukumbaPos – Apa kabar kawula muda? Yang saat ini sedang banyak bergaya. Yang saat ini sedang asyik dengan Gadget dan game yang merusak pikiran. Yang saat ini sedang membisu, membabi buta, tak mau tau keadaan bangsa Indonesia.

Wahai yang katanya pejuang bangsa! Apa kau sudah bangun dari tidurmu? Bukankah saat ini kau sedang memperjuangkan cinta tak bermakna. Kau tinggalkan orang tua demi seorang wanita.
Jogjakarta. Kota yang aman. Tapi berubah menjadi rawan kebiadaban. Penindasan dan pelecehan marak dimana-mana. Kota yang nyaman. Tapi minim akan iman. Kota yang indah. Tapi banyak insan yang gegebah. Betapa hancurnya kota ini, saat banyak pemuda yang tak mau berpikir. Berpikir untuk bangsanya, Indonesia. Betapa remuknya kota ini, saat pemuda mulai acuh, banyak misuh dan mencari musuh. Kota ini butuh pemuda yang berguna. Bukan pemuda yang foya-foya. Kota ini butuh pemuda yang berpikir, bukan pemuda yang kikir akan ide. Kota ini butuh pemuda yang berdaya, bukan pemuda yang jadi budak cinta.
Begitupun dengan Indonesia, kebobrokan moral telah melanda kalangan pemuda. Mencemari kemerdekaan bangsa.
Wahai pejuang bangsa. Kita ini sedang diserang. Bukan dengan pedang atau pun parang. Tapi kita diserang dengan pemikiran. Pemikiran-pemikiran bobrok telah masuk dalam otak kita. Berbagai tontonan film kita makan mentah-mentah. Pembunuhan, pencabulan, tawuran. Bahkan kita mencoba menirunya. Maka tak heran, banyak terjadi kekerasan. Pembunuhan seoarang ayah karena tak dibelikan handphone. Gantung diri karena takut tak lulus UN. Bakar rumah karena tak dituruti keinginannya. Bagaimana jika pemuda Indonesia seperti itu? Yang tak punya daya pikir, yang tak berguna dan tak punya daya saing. Akankah Indonesia akan jaya? Akankah Indonesia akan sejahtera? Tidak!!! Yang ada hanyalah kehancuran bangsa.
Pemuda adalah garda kemenangan bangsa Indonesia. Maka dari itu, gunakan daya pikirmu untuk kesejahteraan bangsa. Gunakan daya pikirmu, agar kau berguna untuk bangsa. Karena dengan pemikiran pemuda, Indonesia akan jaya. Kita lihat, bagaimana Muhammad al Fatih, menaklukkan Konstatinopel di umur 24 Tahun. Bahkan, sebelum takluknya Konstatinopel, beliau selalu berpikir bagaimana cara menaklukkannya. Dia belajar pada guru-gurunya, dan tak mengenal kata lelah dalam belajar. Itulah pemuda idaman, harapan bangsa. Pemuda yang mau berpikir, pemuda yang berdaya saing, pemuda yang berguna bagi Bangsa.
Wahai pemuda bangsa! Jadilah kau Muhammad al Fatih yang dapat menaklukkan musuh-musuh bangsa. Terkhusus kader-kader calon pemimpin Bangsa. Perkuat ikatan kita. Tajamkan pemikiran kita. Asah kemampuan. Maka Indonesia akan menjadi kebanggaan melalui pikiran pemuda. Melaui karya pemuda, persatuan dan kesatuan akan terjaga. Melalui ide pemuda akan dapat mengguncangkan dunia. Ingatlah, kata Bung Karno: Berikan aku satu pemuda maka akan ku angkat gunung, berikan aku sepuluh pemuda maka akan ku guncangkan dunia. Betapa dahsyatnya pengaruh pemuda bagi bangsa. Dengan ilmu dan karyanya, akan mengantar Indonesia menjadi bangsa yang sejahtera.
Teruntuk pemerintah Indonesia, jangan kau bungkam suara dan pikiran pemuda. Berdayakan agar kemerdekaan, kesejahteraan tetap terjaga.Sebab Negara tidak akan pernah berdiri hanya dengan darah satu orang, hanya dengan air mata satu orang, hanya dengan ide satu orang, itulah sebabnya yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia bukan hanya satu presiden saja tetapi sebuah tim impian masa depan melalui ide-ide sang pemuda.
Di tulis oleh : Sumarni
(Mahasiswi asal Kab. Bulukumba Sul-sel pada Program Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga Jokjakarta IG@marny_syarifah999)