PUISI: Stay Moeslem, Don’t Vote

oleh -
Marny, Penulis (Guru SMUN 9 Bulukumba)

BulukumbaPos ; (Sebuah Karya Puisi)

Senyum khianatmu begitu
ikhlas engkau pampang dipinggir jalan
bak kontestan senyum terindah.

Sepertinya engkau tidak tahu
Engkau sedang berlomba-lomba mencari perhatian
Agar kami memilihmu.

Dua puluh enam alfhabet
Jumlahnya pun engkau susun rapi
Menjadi sebuah kata yang manis,
menyusun kalimat penyihir,
lalu engkau hiasi diatas suci putih baliho itu.

Sepertinya kami tidak tahu
bahwa semua itu hanyalah omong kosong
janji yang engkau torehkan.

Disaat yang sama, slogan
Demokrasi engkau teriakkan
Sebagai solusi ampuh atas
meroketnya masalah ummat hari ini
yang tak kunjung teratasi.

Tapi maaf.. Sekali lagi maaf.
Tidak akan kami ingkari syahadat kami.
(by: Marnhy SR, Guru SMUN 9 Bulukumba)