Refleksi; Milad Muhammadiyah ke-107 “Cerdaskan Bangsa Melalui Pendidikan”

oleh -Dibaca sebanyak 24 kali
Marny Syarifah (Penulis)

Bulukumbapos.com – Di antara tujuan bangsa Indonesia yang termaktub dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945 adalah “Mencerdaskan kehidupan bangsa, melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”.

Semuanya merupakan cita-cita besar bangsa Indonesia yang akan selalu diperjuangkan untuk diwujudkan. Mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan sebuah upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, yang tidak hanya fokus dalam satu bidang tertentu, melainkan dalam berbagai bidang.

Sejak tahun 1912, Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi keagamaan besar di negeri ini memposisikan diri untuk bergerak di bidang pendidikan (schooling), kesehatan (healing), dan pelayanan sosial (feeding). Muhammadiyah sejak awal berdirinya senantiasa membantu mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia.

Hal ini dibuktikan dengan sikapnya yang tetap istiqamah dan semakin giat dalam melakukan usaha dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pelayanan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Upaya mencerdaskan masyarakat yang dilakukan Muhammadiyah sudah dimulai dari tingkat pendidikan paling bawah; mulai dari kelompok bermain sampai perguruan tinggi.

Dari segi jangkauan, Muhammadiyah menjangkau seluruh elemen masyarakat tanpa memandang status sosial. Artinya, tidak ada tendensi diskriminasi sosial pada pendidikan Muhammadiyah. Bahkan, pendidikan Muhammadiyah tidak hanya diperuntukkan untuk kalangan sendiri (internal Muhammadiyah). Pendidikan Muhammadiyah dari semua level, mulai dari RA (Raodhatul Atfal) sampai perguruan tinggi bisa dinikmati oleh mereka yang berasal dari keluarga non-Muhammadiyah, termasuk non-Muslim.

Bagi Muhammadiyah, muara pendidikan adalah humanisasi, yaitu memanusiakan manusia. Sehingga sebagai rakyat Indonesia, kader Muhammadiyah dan pendidik bertindak sebagai pemeran utama dalam pendidikan. Berperan sebagai subjek sekaligus objek pendidikan.

Esensi Pendidikan

Pendidikan yang paling esensial adalah pendidikan karakter. Hal ini sebagaimana dikatakan Martin Burber, “education worthy of the name is essensialy education with caracharacter”. Oleh karena itu, pendidikan sebagai sarana mencerdaskan bangsa mesti menghasilkan generasi yang memiliki daya juang, sikap kepedulian, kejujuran serta kreativitas dan kemandirian.

Spirit mencerdaskan kehidupan bangsa berarti menjadikan rakyat Indonesia cerdas secara intelektual, sosial, memiliki daya cipta dan kemandirian. Spirit ini dibutuhkan agar menghasilkan sumber daya manusia yang mampu menyesuaikan diri dan menjawab tantangan zaman, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Muhammadiyah dengan tajdid pendidikannya mencoba mengintegrasikan antara ilmu agama Islam dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam konsep pendidikan Muhammadiyah, Islam adalah pusat. Sedangkan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai instrumen. Integrasi ini mempunyai tujuan agar gerak pendidikan Muhamadiyah dapat mengimbangi laju perkembangan zaman dan mengatasi segala tantangan.

Inovasi Pendidikan Muhammadiyah

Tidak bisa dimungkiri bahwa perkembangan tekhnologi turut mempengaruhi dunia pendidikan. Buktinya, saat ini kita tengah memasuki apa yang disebut sebagai pendidikan era digital. Sehubungan dengan itu, di usianya yang ke-107 ini, Muhammadiyah melakukan inovasi dengan meluncurkan program untuk Perguruan Tinggi berbasis teknologi yang diberi nama MOU (Muhammadiyah Online University). Jika program ini bisa berjalan secara maksimal, maka akan memberi dampak positif bagi pendidikan di Indonesia. Oleh karenya, dibutuhkan sosialisasi secara sistematis dan menyeluruh.

Pada milad Muhammadiyah yang ke 107 ini, adalah tugas kita sebagai kader Persyarikatan untuk semakin meningkatkan kualitas serta loyalitas guna menyokong gerakan Muhammadiyah dalam mencerdaskan dan memberdayakan masyarakat. Agar melalui Muhammadiyah, kita bisa turut andil mensukseskan salah satu cita-cita bangsa Indonesia, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengusahakan terwujudnya bangsa Indonesia menjadi negeri yang Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghofur.

Akhirnya, selamat Milad Muhammadiyah ke-107 tahun 2019. Tetaplah berjuang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menjadi garda terdepan dalam upaya mencerahkan umat, Jokjakarta Senin 18/11/2019

Penulis: Sumarni,(Instagram@marny_syarifah999) Pengurus Dai Muda Bulukumba Sulawesi Selatan, saat ini tercatat sebagai Mahasiswa Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga Jokjakarta)