Sukses Pemilu dan Eksistensi Radio di Hari Penyiaran Nasional 2019

oleh -Dibaca sebanyak 57 kali

BulukumbaPos – Radio merupakan salah satu media paling strategis dalam menyukseskan Pemilu serentak 17 april 2019 mendatang. Hal ini dapat dilihat dari jumlah pendengar setia radio di Indonesia yang begitu banyak, ketiga terbanyak setelah televisi dan pengguna Smart Phone.

Radio sebagai media elektronik yang punya peran penting atas sukses penyelenggaraan pemilu, karna Radio akan mendorong partisipasi publik untuk menggunakan haknya dalam pemiliu nanti. Hal tersebut dikatakan salah satu pegiat Radio dibulukumba yang juga Program Director di Radio Swara Panrita Lopi FM, Saiful Alief Subarkah di Kab. Bulukumba pada, Minggu (31/3/2019).

Saeful Alif Subarkah, Program Director Radio Swara Panrita Lopi 95.00 FM Bulukumba

Ia mengatakan bahwa ada beberapa strategi untuk mendorong partisipasi publik dalam pelaksanaan pemilu nantinya. Membangun komunikasi massa melalui pertemuan/kegiatan dialog publik dengan pemilih, yang paling penting adalah membangun kerja sama dengan media, terutama media penyiaran khususnya Radio yang memang bagian dari strategi untuk meningkatkan partisipasi pemilih.
“Dan kami melihat peran radio yang sangat strategis dalam bentuk sosialisasi secara massive. Kami harap radio dapat ikut menggaungkan pemilu, apalagi di 1 april 2019 itu bertepatan dengan Hari Penyiaran Nasioanal ke – 86 Tahun yang berselang beberapa hari kita berada dipesta demokasi 17 april 2019” ujarnya.

Meski hanya mengeluarkan suara atau audio, justru inilah kekuatan utama radio dibanding media lainnya. Pendekatan radio terhadap audiensnya terasa lebih personal karena suara penyiar langsung tertuju pada pendengar. Diharapkan, dengan kelebihan yang dimilikinya, radio dapat mengulang semarak antusiasme pemilu seperti tahun-tahun sebelumnya.

Hal menarik lain yang mesti kita pahami tentang Radio adalah sekitar 30% pendengar radio adalah kaum muda. Sementara kita semua tahu generasi muda masih dipenuhi dengan idealisme segar mereka. Maka ini menjadi peluang radio untuk memberikan pendidikan politik kepada kamu muda melalui siaran-siarannya. Radio memang memiliki banyak fungsi, dan yang sesuai dengan konteks ini adalah fungsi politik yang terbagi menjadi dua yaitu proses pendidikan pemilih agar paham proses pemilu, dan pendidikan politik untuk mengarahkan persepsi dan sikap politik masyarakat Indonesia.

Kampanye pemilu 2019 dilakukan selama 21 hari terakhir sebelum memasuki masa tenang. Peraturan yang dikeluarkan oleh UU dan KPU, iklan kampanye di radio muncul sebanyak 10 kali dengan durasi 60 detik setiap penyiarannya selama 21 hari tersebut. Peraturan tersebut nampaknya memenuhi prinsip umum yang menyebutkan bahwa dalam menyiarkan iklan kampanye, media harus berimbang dan adil. Artinya, seluruh peserta pemilu memiliki kesempatan yang sama dalam beriklan maupun berkampanye.

Sementara itu, Manajer Station Radio Cempaka Asri FM Bulukumba Wahyudi Alwi melihat bahwa peran lembaga Penyelenggara Pemilu baik KPU dan Bawaslu dapat mengetahui posisi dan aturan masing-masing mengenai peran radio terhadap pemilu kali ini.

“Di sini peran kita berbeda-beda tapi untuk tujuan yang sama, yaitu menyukseskan hajatan tiap 5 tahun ini. Kami harap, kita dapat mengetahui posisi masing – masing, dalam hal bisnis tentunya. Dengan mengetahui kekurangan dan kelebihan masing-masing, mudah – mudahan kita bisa jauh dari perilaku merasa paling pintar, dan sebaliknya terjadi sinergi yang baik di antara penyelenggara pemilu dan lembaga penyiaran radio yang ada dibulukumba”. Ungkap Wahyudi.

Sementara itu dua pegiat Radio dibulukumba ini yaitu saiful Alief Subarkah dan Wahyudi Alwi,,, tak lupa menyampaikan bahwa dari dibulukumba “ Kami mengucapkan Selamat Hari Penyiaran Nasional Ke – 86 Tahun 1 April 2019, “jayalah penyiaran Indonesia, SIARAN SEHAT UNTUK RAKYAT”. Ujarnya.(**ikhwan)