Tanggapi Isu Tidak Boleh Ada Aktifitas Selama 3 Hari, Bupati Bulukumba: Itu Hoax

oleh -Dibaca sebanyak 45 kali
Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba

Bulukumbapos.com – Terkait dengan tersebarnya informasi di media sosial, terkait himbauan pada masyarakat untuk menghentikan aktivitas secara total dan serentak di Indonesia, selama tiga hari untuk melawan virus Corona (Covid-19) yang dimulai pada tanggal 10 sampai 12 April 2020.

Himbauan ini pun juga telah dibantah oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto bahwa pemerintah tidak pernah mengeluarkan hal tersebut, bahkan ia menyebut jika kabar tersebut adalah kabar bohong atau hoax.

“Itu hoaks,” sebut Yuri dalam pesan singkat yang dikutip dari prfmnews.id(7/4/2020)

Namun karena kabar ini, sudah terlanjur beredar di masyarakat termasuk di Kabupaten Bulukumba, maka banyak pihak yang mempertanyakan kebenaran dari informasi berhenti total selama 3 hari tersebut.

Menanggapi informasi hoax yang beredar tersebut, Bupati AM Sukri Sappewali meminta warga Bulukumba untuk mewaspadai informasi atau himbauan yang tidak jelas sumbernya, terutama terkait dengan upaya penanganan wabah pandemi virus Corona.

“Itu bukan informasi resmi dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” tegasnya.

Dikatakannya, kecuali sekolah yang memang sudah diliburkan, aktifitas perkantoran tetap jalan seperti biasanya, termasuk aktifitas pasar. Informasi ini juga memang berimbas pada pemahaman masyarakat bahwa aktifitas pasar juga dihentikan atau ditutup.

“Tidak ada itu penutupan pasar. Namun kita terus menghimbau warga agar tetap tinggal di rumah. Tapi jika untuk memenuhi kebutuhannya, masyarakat masih bisa ke pasar,” imbuh AM Sukri Sappewali. (Humas)
Editor: Wan_BP /BM