Tangkal Radikalisme, PC NU dan Polres Polman ‘Ngopi’ Bareng Tokoh Lintas Agama

oleh -Dibaca sebanyak 43 kali
Ngobrol Pintar Polres dan Pengurus Cabang NU Polewali Mandar.

Bulukumbapos.com – Polman – Guna memasifkan upaya menangkal aksi terorisme dan faham radikalisme, pasca serangkaian aksi teroris yang terjadi baik di Makassar maupun Jakarta dan di beberapa tempat lainnya di tanah air, PC NU Kabupaten Polewali Mandar bersama Polres Polman menggelar “NGOPI” (Ngobrol Pintar) berlangsung di Baruga Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum Sarampu Polewali Mandar.

Kegiatan berlangsung pada Rabu (7/4/2021) ini dipandu langsung Sekretaris PC NU Polman Ust. Mukhlis Khaddam, Ngobrol Pintar (NGOPI) ala Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Polewali Mandar ini diinisiasi oleh Ketuanya Kyai Muda Ust. Muh Arsyad yang juga adalah Pumpinan dan Pengasuh Ponpes Nahdlatul Ulum Sarampu. Kegiatan yag berlangsung khidmat dengan Protokol Kesehatan Covid-19 yang ketat ini melibatkan Tokoh Agama dan Pimpinan Ormas Keagamaan termasuk elemen kepemudaan yang ada di Polewali Mandar.

Diketahui, beberapa hari lalu terjadi serangkaian peristiwa memilukan di negeri ini, betapa tidak aksi teror tersebut sungguh telah melukai rasa keagamaan dan keberagaman yang terbina selama ini. Aksi yang tidak berprikemanusiaan dan keji tersebut telah dikecam oleh semua orang bahkan menjadi agenda penting baik bagi pemerintah maupun masyarakat Indonesia secara umum dalam memasifkan upaya menangkal dan mencegah terjadinya tindakan-tindakan terorisme, membendung munculnya faham-faham radikalisme, intoleran, anti moderasi dan lain sebagainya.

Oleh karenanya, gelaran Ngobrol Pintar ala PC NU Kab. Polewali Mandar menjadikan isu sebagaimana yang digambarkan di atas menjadi point penting yang dibahas dalam Ngobrol Pintar yang dihadiri langsung Ka. Polres Polman AKBP Ardi Sutriono, Rektor IAI DDI Polman yang juga selaku Katib Syuriyah PCNU Kab. Polewali Mandar DR. H. Anwar Sewang, Ketum PD DDI Kab. Polman AG. Abd. Haris Nawawi, Dewan Gereja Polewali Mandar, Penyelenggara Kristen Kemenag Kab. Polman Jamaludin, Sejumlah Pendeta, Tokoh dan Pimpinan Ormas Keagamaan termasuk Tokoh Pemuda seperti GP Anshor dan Tokoh Lintas Agama yang ada di Polewali Mandar dan lain-lain.

Ketua PC NU dalam sambutannya mengungkapkan: “Dalam kondisi seperti saat ini, penting untuk kita membangun komitmen kesepahaman diantara Tokoh Agama dan Pimpinan Ormas Keagamaan, oleh karenanya beliau mengajak seluruh elemen yang hadir untuk bersinergi dalam mengedukasi dan mencerdaskan masyarakat dari faham-faham radikalis, intoleran dan anti moderasi yang mengarah kepada tindakan terorism seperti yang kembali terjadi baru-baru ini”.

Lanjut Ketum PC NU bahwa kegiatan Ngopi yang digelar hari ini juga bertujuan merespon upaya pemerintah dalam memasifkan sosialisasi akan bahaya terorisme dan faham-faham radikalisme Sebagaimana yang menjadi lokus perhatian pemerintah RI termasuk Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas.

Kapolres Polman dalam arahannya mengapresiasi kegiatan yang dihelat PCNU Kabupaten Polman sembari menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada PCNU karena telah ikut serta dalam membantu mengawal tugas Kepolisian di bidang Kamtibmas, khususnya dalam hal penanggulangan dan mencegah sedini mungkin munculnya faham-faham radikalisme, sikap intoleran dan tindakan terorism, Sehinga Kabupaten Polewali Mandar senantiasa dalam suasana kondusif, aman dan damai.

Senada dengan apa yang disampaikan Ka. Polres Polman, Ketum PD DDI Polman Abd. Haris Nawawi menyatakan pentingnya menjaga para generasi muda baik yang masih di tingkat SLTA/SMA terlebih yang sudah ada di level mahasiswa karena generasi muda kita ini sangat rentan terpapar paham-paham dan ideologi-ideologi sesat yang mengarah kepada sikap intoleran, radikalis dan terorisme dan lain-lain.

Sementara itu, di kesempatan yang sama Ahmad Fakhruddin, salah seorang pemerhati dan praktisi Kerukunan yang sebelumnya pernah menjabat selaku Analis Bina Kehidupan Agama pada Kantor Kemenag Polman mengingatkan pentingnya penguatan ideologi dan pemahaman keagamaan di kalangan generasi muda. Selain itu, hal yang penting yang juga diingatkan adalah peran penting Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Kab. Polewali Mandar dalam membendung sedini mungkin munculnya faham-faham radikalisme dan sikap intoleran.

FKUB sejak awal amat diharapkan aksistensinya untuk hadir di tengah-tengah masyarakat Polewali Mandar. Betapa tidak, FKUB sebagai sebuah wadah yang dibentuk oleh masyarakat dan di SK kan oleh pemerintah melalui Kesbangpol dan memperoleh anggaran (BOP) setiap tahunnya dari Kementerian Agama sudah barangtentu memikul tanggungjawab besar dalam mengawal dan menjaga agar Polewali Mandar tetap aman dan kondusif serta bersih dari faham-faham radikalisme dan intoleran, tutur Ahmad Fakhruddin di depan peserta NGOPI ala PCNU Kab. Polewali Mandar.

Dalam sesi diskusi (Ngobrol Pintar) tersebut turut hadir sebagai pembicara yakni Penyelenggara Kristen, Perwakilan Dewan Gereja, Ketua GP Ansor Busra Latif, Salah seorang Penyuluh Kec. Polewali yang juga adalah Ketua Tim Pemeriksa (TPD) Prov. Sulawesi Barat Mursalim, Praktisi Pendidikan (Dosen IAI DDI), IPNU Polewali Mandar, Pemuda Gereja dan lain-lain.
Laporan : Ahmad Fakhruddin
Editor : Ikhwan / BP