Dosen STAI Al-Gazali Bulukumba jadi Narsum PUD Badan Riset Nasional di Bandung

oleh -Dibaca sebanyak 153 kali
Doktor Baharuddin saat presentasi.

Bulukumbapos.com – Doktor Baharuddin Patangai, SE, MM, Dosen Mata Kuliah Manajemen Pendidikan Mutu Pendidikan STAI Al-Gazali Bulukumba Sulawesi Selatan didaulat menjadi Narasumber pada Program Unggulan Daerah (PUD) yang dilaksanakan Badan Riset Nasional (BRIN), Kamis (4/11/2021) bertempat di Hotel Aston Tropicana Bandung Jawa Barat.

Dihadapan para peserta dan tamu undangan, diantaranya Pakar riset BRIN diantaranya Prof.Dr. Saharuddin Said. MSC, Prof.Dr. Joko Ridho, Withono.MSc, Prof.Dr. Dwi Susilawaty, dan H.M. Amral, MSi kepala Balitbangda Kabupaten Bulukumba, dan Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan, Doktor Baharuddin menyampaikan materi dengan judul “Inovasi Pertanian Terpadu Berbasis Peternakan untuk Mendorong Peningkatan Perekonomian di Kabupaten Bulukumba”,.

Peserta (doc. 2)

Kepada Bulukumbapos.com, Doktor Bahar yang juga Sekertaris UP2M (Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) STAI Al-Gazali Bulukumba menyampaikan intisari dan tujuan dari judul materi yang diangkat pada pertemuan skala nasional tersebut

“Saya menyampaikan beberapa tujuan dari presentasi itu, diantaranya ada hal pokok 1.Mendiversifikasi penggunaan sumberdaya produksi pertanian dan peternakan di Kabupaten Bulukumba, 2. Menjaga ekologi lebih lestari dan tidak menimbulkan polusi, mengolah limbah pertanian menjadi bahan organik, melindungi lingkungan hidup serta meningkatkan pendapatan petani yang lebih stabil, 3. Mengolah sumber daya kembali ke alam melalui zerowaste. Dengan sasaran untuk identifikasi sektor sektor pertanian dan peternakan sapi serta analisa pemanfaatan limbah pertanian secara terintegrasi melalui zerowaste,’.

“Jika hal itu di aplikasikan secara maksimal dan alih inovasi teknologi dengan memanfaatkan limbah pertanian dan perkebunan sebagai bahan pakan ternak.
Memadukan usaha ternak dengan usaha pertanian, maka akan berdampak positif pada sistem budidaya, dan aktivitas ekonomi masyarakat, serta ketersediaan pakan ternak secara kontinyu,’tutup Doktor Bahar.
(Penulis : ikhwan)